- Mohammed Zafor Ullah Nizam
- May 31, 2021
- 3 Views
- 0 Comments
Awal Perjalanan yang Bikin Penasaran
Kalau ngomongin perjalanan seru, rasanya nggak ada yang bisa ngalahin momen ketika kita mulai masuk ke wilayah alam yang masih “asli banget”. Jalanan mulai sempit, sinyal hilang timbul, tapi justru di situ rasa penasarannya makin naik. Alam selalu punya cara sendiri buat bikin kita berhenti sebentar dari rutinitas yang padat.
Bayangin kamu lagi jalan ke desa kecil yang dikelilingi pegunungan, sawah hijau, atau hutan yang masih rimbun. Udara yang awalnya sumpek di kota langsung berubah jadi segar banget. Suara kendaraan diganti sama suara burung, angin, dan aliran sungai kecil yang lewat di pinggir jalan. Hal-hal sederhana kayak gini sering banget bikin perjalanan terasa lebih hidup.
Banyak orang sekarang mulai cari pengalaman kayak gini, bukan cuma sekadar liburan mewah, tapi lebih ke pengalaman yang “kerasa”. Bahkan beberapa komunitas traveler seperti yang sering dibahas di deathbatnation.com dan forum https://deathbatnation.com/ sering ngomongin soal pentingnya menikmati perjalanan yang lebih autentik dan dekat sama alam serta budaya lokal.
Menyatu dengan Alam yang Masih Alami
Begitu sampai di lokasi alam terbuka, biasanya kita langsung sadar kalau dunia ini nggak melulu soal gedung tinggi atau mall besar. Ada sisi lain yang lebih tenang, lebih jujur, dan lebih menenangkan.
Misalnya saat trekking di hutan kecil atau mendaki bukit, setiap langkah itu terasa punya cerita sendiri. Kadang licin, kadang menantang, tapi di atas semua itu ada kepuasan yang nggak bisa dijelasin. Apalagi kalau sampai di puncak dan lihat pemandangan luas yang bikin kita cuma bisa diam sebentar.
Di beberapa tempat, masyarakat lokal juga masih menjaga alam dengan cara tradisional. Mereka tahu kapan waktu tanam, kapan musim panen, dan bagaimana cara menjaga keseimbangan alam tanpa merusaknya. Hal ini bikin kita sadar kalau hidup berdampingan dengan alam itu bukan konsep baru, tapi sudah lama jadi bagian dari kehidupan mereka.
Kehangatan Budaya Lokal yang Bikin Betah
Selain alamnya, yang bikin perjalanan makin seru adalah interaksi dengan budaya lokal. Setiap daerah punya cerita, tradisi, dan kebiasaan yang unik. Dari cara mereka menyambut tamu sampai makanan khas yang disajikan, semuanya punya nilai tersendiri.
Kadang kita bisa diajak ikut kegiatan sederhana seperti memasak makanan tradisional, belajar menenun kain, atau sekadar ngobrol santai di rumah warga. Dari situ kita bisa lihat kalau kehidupan mereka mungkin sederhana, tapi penuh kebersamaan.
Ada juga momen-momen budaya seperti pertunjukan tari, musik tradisional, atau upacara adat yang masih dijaga sampai sekarang. Semua itu bukan cuma tontonan, tapi juga bagian dari identitas mereka yang sangat dihargai.
Banyak traveler yang akhirnya merasa perjalanan mereka jadi lebih bermakna setelah benar-benar berinteraksi dengan budaya lokal seperti ini. Bahkan beberapa komunitas di deathbatnation sering membahas bagaimana pengalaman budaya bisa mengubah cara pandang seseorang terhadap perjalanan.
Perjalanan yang Bukan Sekadar Liburan
Kalau dipikir-pikir, menjelajah alam dan budaya lokal itu bukan cuma soal jalan-jalan. Ada proses belajar di dalamnya. Kita belajar menghargai perbedaan, memahami cara hidup orang lain, dan tentunya lebih sadar akan pentingnya menjaga alam.
Setiap perjalanan selalu punya cerita berbeda. Kadang tentang hujan di tengah jalan, kadang tentang tawa bareng warga lokal, atau bahkan momen tersesat yang akhirnya malah jadi pengalaman paling berkesan.
Hal-hal kecil itu yang bikin perjalanan terasa hidup. Dan sering kali, setelah pulang, kita jadi punya cara pandang baru tentang banyak hal.
Di berbagai platform seperti deathbatnation.com dan komunitas deathbatnation, cerita-cerita perjalanan seperti ini sering jadi inspirasi banyak orang untuk mulai menjelajah lebih jauh, tapi tetap dengan cara yang lebih sadar dan menghargai lingkungan.
Pada akhirnya, menikmati perjalanan seru bukan soal seberapa jauh kita pergi, tapi seberapa dalam kita bisa merasakan setiap momen di dalamnya. Alam memberikan ketenangan, budaya memberikan pelajaran, dan perjalanan memberikan cerita yang nggak akan pernah habis untuk dikenang.
Mohammed Zafor Ullah Nizam
Mohammed Zafor Ullah Nizam is a seasoned professional with over 22 years of experience in the development sector, both internationally and nationally. He holds two postgraduate degrees from Dhaka University: A Master in Population Sciences (MPS) and a Master in Public Affairs (MPA) with a specialization in Governance and Public Policy. Additionally, he earned a B.Sc. (Honors) in Forestry from Chittagong University.Throughout his extensive career, Mr. Zafor has held pivotal roles in several esteemed organizations. He has served as a Senior Protection Manager at the International Rescue Committee (IRC), Protection Team Leader at Oxfam, and both Protection Capacity Building Manager and Activity Manager at Solidarités International. His experience extends to Save the Children, where he was a Deputy Program Manager, and Chemonics, as a Brand and Service Promotion Specialist. Furthermore, he has contributed his expertise as a Project Assistant at UNFPA Bangladesh, a Senior Training Officer at Save the Children Australia, a National UN Volunteer at UNODC, and a Program Manager at the Bangladesh Women Health Coalition.Mr. Zafor has an impressive track record in training and capacity building. He received specialized training in Project Planning, Development, and Management (PPDM) from the Asian Institute of Management (AIM) in the Philippines. He also completed the COMPASS training program from Harvard Business Publishing, which covers essential skills such as Change Management, Coaching, Decision Making, Delegating, Managing Difficult Interactions, Providing Feedback, Leading People, Persuading Others, and Presentation Skills. Additionally, he has undergone training in Leadership, Time Management, and Conflict and Stress Management from MDS Training.His expertise in training facilitation is well-recognized. Mr. Zafor has conducted PPDM training for five batches through BDJOBS and has provided training to over 1000 participants on a wide range of topics. These include project management, management skills enhancement, child rights, protection, community engagement, community-based protection, monitoring and data analysis, advocacy, inclusiveness, child protection, protection rapid assessment, research tool design, anti-trafficking, communication skills, data analysis, report writing, risk management, and emergency response.Mr. Zafor's training sessions have benefited participants from various sectors, including government agencies, local and national NGOs, and international NGOs. Some of the organizations he has worked with include JTS, Swanirvar Bangladesh, PSTC, SUPPS, SSKS, Image, CWFD, BAMANEH, PSF, Fair Foundation, BWHC, Mukti, YPSA, BLAST, VERC, CODEC, FIVDB, RDRS, Oxfam, IRC, and Solidarités International.With his comprehensive background in capacity building in different areas, Mohammed Zafor Ullah Nizam wants to continue to make significant contributions to the knowledge and skill development of different professionals through effective training and guidance.
